Setelah satu atau dua bulan virus HIV memasuki tubuh, 40-90 persen orang yang terinfeksi mengalami gejala yang mirip dengan gejala flu yang disebut acute retroviral syndrom (ARS). Meski begitu, gejala terinfeksi HIV bisa tak terdeteksi sampai bertahun-tahun kemudian.
Read more ...
Breaking News
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Wednesday, January 7, 2015
Makanan Yang Dipanggang Bisa Picu Kanker
Demi menghindari makanan digoren, sejumlah pelakon diet mensiasati olahan makanan dengan cara dibakar atau panggang. Biasanya bahan makanan seperti dagaing sapi, ayam atau seafood akan lebih menggoda jika dibakar atau dipanggang.
Read more ...
Monday, January 5, 2015
Remaja Vegetarian
Gaya hidup vegetarian yang hanya makan produk nabati dan menghindari produk hewani makin populer, terutama di kalangan anak muda. Meski tujuannya baik, hal itu membuat kekhawatiran pada banyak orangtua, apakah anak-anak yang menjadi vegetarian tetap mendapat asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya.
Read more ...
Monday, December 29, 2014
Manfaat Daun Kemangi
Dalam bahasa Latin, kemangi disebut Ocimum basilicum. Basil dari bahasa Inggris, ocimum berarti tumbuhan beraroma. Aroma harum daun kemangi berasal dari kandungan minyak atsirinya.
Read more ...
Saturday, November 29, 2014
Daun Zaitun Sebagai Penangkal Obesitas
Siapa yang tidak kenal khasiat minyak zaitun untuk kesehatan, namun barangkali hanya sedikit orang yang tahu bahwa ekstrak daun tanaman ini juga berkhasiat. Beberapa literur menyebutkan bahwa daun zaitun berkhasiat sebagai obat kandung kemih, mengatasi hipertensi, dan memerangi bermacam jamur, virus serta bakteri.
Belum lama ini peneliti Australia menemukan bahwa secangkir teh yang diperkaya dengan ekstrak daun zaitun bisa menjadi alat baru untuk memerangi obesitas, seperti dikutil dari Gaya Hidup Sehat.
Dr Lindsay Brown, selaku pimpinan penelitian dari University of Southern Queensland mengemukakan, kandungan phytochemical oleuropein dalam jumlah besar yang terdapat pada ekstrak daun zaitun dapat mengurangi timbunan lemak. Kendati demikian hal tersebut baru teruji pada tikus.
Menurutnya, Oleuropein memiliki kandungan antioksidan dua kali lipat lebih banyak seperti teh hijau dan dipercaya sangat ampuh menurunkan tekanan darah, mencegah flu dan mengobati masalah kardiovaskular.
Dalam studi tersebut, tikus diberi makan tinggi lemak, tinggi karbohidrat selama delapan minggu sampai mereka mengembangkan tanda-tanda sindrom metabolik (misalnya, lemak perut dan intoleransi glukosa). Setelah itu tikus tersebut kemudian diberi kopi yang diperkaya dengan ekstrak daun zaitun selama delapan minggu dan hasilnya justru menunjukkan gejala sebaliknya.
Dr Brown mengatakan, ekstrak daun zaitun menyebabkan penurunan berat badan karena adanya kandungan senyawa anti-inflamasi. “Apa yang kami temukan adalah bahwa tikus yang diberi makan daun zaitun terlihat sehat. Efek merugikan dari makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat yang bisa menyebabkan peradangan pada jantung malah tidak terlihat,” jelasnya.
Menurut Brown, penelitian ini menunjukkan bahwa secara alami ekstrak daun zaitun efektif untuk menurunkan berat badan dan bisa menjadi cara sederhana untuk mengontrol obesitas, tekanan darah dan mencegah diabetes.
Read more ...
Belum lama ini peneliti Australia menemukan bahwa secangkir teh yang diperkaya dengan ekstrak daun zaitun bisa menjadi alat baru untuk memerangi obesitas, seperti dikutil dari Gaya Hidup Sehat.
Dr Lindsay Brown, selaku pimpinan penelitian dari University of Southern Queensland mengemukakan, kandungan phytochemical oleuropein dalam jumlah besar yang terdapat pada ekstrak daun zaitun dapat mengurangi timbunan lemak. Kendati demikian hal tersebut baru teruji pada tikus.
Menurutnya, Oleuropein memiliki kandungan antioksidan dua kali lipat lebih banyak seperti teh hijau dan dipercaya sangat ampuh menurunkan tekanan darah, mencegah flu dan mengobati masalah kardiovaskular.
Dalam studi tersebut, tikus diberi makan tinggi lemak, tinggi karbohidrat selama delapan minggu sampai mereka mengembangkan tanda-tanda sindrom metabolik (misalnya, lemak perut dan intoleransi glukosa). Setelah itu tikus tersebut kemudian diberi kopi yang diperkaya dengan ekstrak daun zaitun selama delapan minggu dan hasilnya justru menunjukkan gejala sebaliknya.
Dr Brown mengatakan, ekstrak daun zaitun menyebabkan penurunan berat badan karena adanya kandungan senyawa anti-inflamasi. “Apa yang kami temukan adalah bahwa tikus yang diberi makan daun zaitun terlihat sehat. Efek merugikan dari makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat yang bisa menyebabkan peradangan pada jantung malah tidak terlihat,” jelasnya.
Menurut Brown, penelitian ini menunjukkan bahwa secara alami ekstrak daun zaitun efektif untuk menurunkan berat badan dan bisa menjadi cara sederhana untuk mengontrol obesitas, tekanan darah dan mencegah diabetes.
Ternyata Rokok Elektrik 10 Kali Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa
Derasnya ajakan untuk menghentikan kebiasaan merokok dan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan, para perokok pun mulai berpikir untuk berhenti merokok. Salah satu alternatif yang populer untuk dilakukan adalah dengan menggunakan rokok elektrik.
Seperti yang dikutip dari tribunnews.com, yang melansir dari Daily Mail, salah satu jenis perangkat elektronik ini akan memanaskan semacam cairan dengan bermacam rasa sesuai dengan favorit Anda. Cairan ini tetap mengandung nikotin seperti rokok biasa namun mengeluarkan uap seperti asap rokok biasa.
Namun sayangnya penelitian yang dilakukan di Jepang ini menemukan bahwa uap rokok ini mengandung zat karsinogenik atau zat penyebab kanker seperti formaldehyde dan acetaldehyde.
Formaldehyde sendiri merupakan zat kimia yang ditemukan di dalam bahan bangunan dan balsem cair. Zat ini bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena kanker 10 kali lipat lebih tinggi dari rokok biasa.
Badan kesehatan dunia atau WHO sendiri sebenarnya telah melarang penjualan rokok jenis ini secara bebas sebab dikhawatirkan mampu membahayakan kesehatan terutama jika asapnya dihirup oleh anak-anak.
Melihat kenyataan tersebut, PBB pun melarang untuk mengonsumsi rokok ini di ruang tertutup publik agar uapnya tidak membahayakan.
Read more ...
Seperti yang dikutip dari tribunnews.com, yang melansir dari Daily Mail, salah satu jenis perangkat elektronik ini akan memanaskan semacam cairan dengan bermacam rasa sesuai dengan favorit Anda. Cairan ini tetap mengandung nikotin seperti rokok biasa namun mengeluarkan uap seperti asap rokok biasa.
Namun sayangnya penelitian yang dilakukan di Jepang ini menemukan bahwa uap rokok ini mengandung zat karsinogenik atau zat penyebab kanker seperti formaldehyde dan acetaldehyde.
Formaldehyde sendiri merupakan zat kimia yang ditemukan di dalam bahan bangunan dan balsem cair. Zat ini bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena kanker 10 kali lipat lebih tinggi dari rokok biasa.
Badan kesehatan dunia atau WHO sendiri sebenarnya telah melarang penjualan rokok jenis ini secara bebas sebab dikhawatirkan mampu membahayakan kesehatan terutama jika asapnya dihirup oleh anak-anak.
Melihat kenyataan tersebut, PBB pun melarang untuk mengonsumsi rokok ini di ruang tertutup publik agar uapnya tidak membahayakan.
Wednesday, November 19, 2014
Mengenal Migrain
Siapa sih yang mau sakit? Tentunya semua orang ingin sehat terus. Tapi seperti roda kehidupan, kadang di atas, kadang di bawah. Nah, manusia pun suatu saat sehat dan suatu ketika sakit. Salah satu penyakit yang sering diderita adalah migrain.
Read more ...
Subscribe to:
Posts (Atom)






