Breaking News
Showing posts with label Fashion. Show all posts
Showing posts with label Fashion. Show all posts

Wednesday, January 7, 2015

Awal Mula Lahirnya Batik Pekalongan

Batik Pekalongan adalah batik yang dibuat di Pekalongan. Batik ini memiliki ciri khas seperti jenis-jenis batik lainnya. Batik Pekalongan tumbuh pesat karena daerah pekalongan merupakan daerah pesisir utara Jawa sebelah barat.
Read more ...

Tuesday, January 6, 2015

Asal Usul Batik Yogyakarta

Batik Yogyakarta merupakan salah satu jenis batik yang digemari banyak orang. Bahkan jika Anda berkunjung ke kota Yogyakarta, pasti Anda akan melihat banyak orang yang menggunakan batik Yogyakarta.
Read more ...

Sejarah Kaos

Dahulu, kaos merupakan pakaian dalam yang digunakan hanya untuk menyerap keringat saja. Namun pada perkembanganya saat ini kaos bisa dipakai sebagai pakaian luar. Dengan ditambah berbagai macam variasi sablon atau variasi kerah.
Read more ...

Monday, January 5, 2015

Uniknya Batik Dayak

Dayak merupakan salah satu suku di pulau Kalimantan. Suku ini memiliki batik juga yang sering disebut sebagai batik dayak. Di beberapa daerah, batik dayak termasuk salah satu batik yang populer sehingga banyak para kolektor batik yang mengoleksi hasil karya dari suku dayak ini.
Read more ...

Saturday, December 27, 2014

Sejarah Batik Indonesia

Batik Indonesia saat ini sudah mendunia. Diberbagai negara sudah banyak orang yang menggunakan batik indonesia. Bahkan diyakini bahwa sejarah batik berawal di negara Indonesia. Oleh karena itu, kita patut bangga akan hal ini.
Read more ...

Sunday, November 30, 2014

6 Alasan Mengapa Batik Indonesia Mendunia

Tak dapat dipungkiri bahwa Batik Indonesia sekarang sudah sangat mendunia. Bahkan banyak tokoh dunia yang menggunakan batik karena sangat mendunianya batik Indonesia. Para selebritis Hollywood pun banyak yang suka dengan Batik Indonesia.

Batik merupakan hasil karya terbaik para leluhur kita, goresan dari wanita terbaik di negeri ini. Buah goresan itu menuai hasil yang menjadi Maha Karya yang kita kenal saat ini, yakni batik .

Mungkin hanya sedikit dari kita yang menyadari betapa tingginya nilai historis dari batik, sebuah goresan mengandung nilai seni tinggi ditambah ketelatenan yang sempurna, menjadikan batik Indonesia mengandung nuansa tersendiri.

Berikut beberapa alasan mengapa batik Indonesia bisa mendunia dan dikagumi, diantaranya adalah:

Pancarkan Kearifan Indonesia
Batik akan menjadikan seseorang lebih Indonesia. Dengan memakai batik seseorang akan tampil lebih fresh, lebih hidup dan menjadikan siapa saja menjadi orang Indonesia seutuhnya. Pasalnya, nilai batik merupakan jati diri Indonesia, jadi dengan mengenakan batik seseorang menjadi Indonesia banget.

Warisan Budaya Leluhur
Cermin pribadi yang pandai berterima kasih pada leluhur bangsa memakai batik berarti kita termasuk pribadi yang pandai berterima kasih. Dengan menggunakan batik, secara tidak langsung jika kita memakai batik berarti kita bangga dengan pakaian khas indonesia, apapun motifnya, batik Indonesia menjadi cerminan pribadi Indonesia yang sesungguhnya.

Nyaman Dipakai
Selain bangga dengan negeri ini, sebagian orang gemar menggunakan karya budaya nenek moyang Indonesia karena motifnya yang cantik serta nyaman dipakai di segala suasana. Sebagian dari mereka juga menganggap corak batik Indonesia sangat unik dan memiliki khas tersendiri.

Bangkitkan Nasionalisme
Mengenakan batik menjadikan seseorang menunjukkan identitasnya secara tidak langsung, hal ini juga akan berefek kepada sikap dan prilaku seseorang. Efek inilah yang menjadikan siapa pun merasa bangga jadi orang Indonesia, inilah yang akan meinmbulkan semangat nasionalisme.

Membuat Orang Tampil Lebih Dewasa
Dengan mengenakan batik seseorang akan terlihat dewasa dan mempesona, lihatlah ketika anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas yang sudah mulai cinta dengan batik, maka akan terlihat lebih dewasa dan lebih anggun serta gagah.

Batik tak membuat seseorang menjadi tua, tapi sebaliknya. Akan tampaklah wajah penuh kedewasaan. Jadi batik menjadikan seseorang semakin dewasa.

Timbulkan Rasa Percaya Diri
Batik akan membuat kita semakin percaya diri lho. Memilih batik Indonesia yang sesuai postur tubuh kita, kemudian ditambah motif yang pas, menjadikan seseorang semakin tambah percaya diri di setiap kesempatan. Karena nuasan batik Indonesia mengandung nilai keikhlasan membuat siapapun menjadi percaya diri.
Read more ...

Saturday, November 29, 2014

Sejarah Batik Nusantara

Batik Nusantara sudah banyak dikenal orang di mancanegara. Baik batik Cirebon, batik Yogyakarta, batik Pekalongan atau jenis batik lainnya. Semua ini merupakan hasil karya dari para maestro batik yang selalu aktif dalam menyebarkan batik ke seluruh negara yang ada di dunia.

Sejarah Batik Nusantara sudah dimulai jauh sebelum kata “Indonesia” sendiri tercipta. Budaya teknik cetak motif batik tutup celup dengan menggunakan malam dari sarang lebah di atas kain sebenarnya tidak eksklusif terdapat di Indonesia, melainkan terbentang dari Mesir hingga kawasan Timur Tengah lainnya.

Teknik ini juga dapat dijumpai di Turki, India, Cina, Jepang dan Afrika. Namun tidak ada satu tempat pun di dunia ini yang mengembangkan teknologi dan motif batik sedemikian kompleks dan kaya seperti di Indonesia (terutama Jawa).

Teori mengenai asal-muasal batik nusantara telah menjadi perbincangan yang cukup pelik. G.P. Rouffaer, ilmuwan Belanda yang meneliti soal batik nusantara mengatakan, teknik ini dibawa pertama kali dari daerah India Selatan. Ada lagi pendapat dari J.L.A Brandes yang mengatakan bahwa sebenarnya sebelum ada pengaruh India datang ke Indonesia, Nusantara telah memiliki 10 unsur kebudayaan asli yaitu, wayang, gamelan, puisi, pengecoran logam mata uang, pelayaran, ilmu falak, budidaya padi, irigasi, pemerintahan, serta batik.

Teori ini kemudian sedikit mematahkan teori bahwa batik nusantara ini berasal dari India Selatan.

Ada lagi yang menceritakan, sejarah batik nusantara tumbuh dan berkembang semenjak adanya impor kain tenun dari India pada abad ke-17. Kain Eropa juga masuk ke Indonesia pada awal tahun 1815. Namun teori ini juga bergulir begitu saja. Mengingat motif-motif serupa motif batik sudah dapat kita temukan di relief-relief candi Prambanan dan juga Candi Borobudur. Artinya, bangunan-bangunan yang sudah berdiri semenjak abad ke-8 ini sudah mempengaruhi motif batik yang ada hingga sekarang.

Sebuah tinjauan sejarah yang diterbitkan oleh Bataviaasche Genootchap Van Kunsten Wetwnschapen tahun 1912 dan bernama kitab Centini menyebutkan, pada jaman Pakubuwono V, sudah ada istilah batik dan pada waktu itu sudah terdapat motif-motif halus seperti gringsing, kawung, parang rusak dan lain-lain.

Dalam kitab ini juga disebutkan bahwa canting sudah digunakan pada saat itu. Dalam kesusastraan kuno dan pertengahan, sempat ditemukan pembahasan soal nyerat atau nitik yang diduga merupakan teknik menghias kain menggunakan malam. Kemudian, setelah keraton Kartasuro pindah ke Surakarta, muncullah istilah mbatik dari Jarwo Dosok. Kata ini berasal dari gabungan kata “ngembat” dan “titik” yang berarti membuat titik.

Dari semua tinjauan literatur ini cukup terlihat bahwa teknik merintang warna dengan menggunakan malam ini memang berkembang dan maju di tanah Jawa, terutama Jawa Tengah. Perkara kemudian seluruh daerah di Nusantara memiliki batik sudah jelas akibat proses bergeraknya manusia dan bergeraknya kebudayaan yang ada bersama manusia-manusia tersebut.

Dan teknik ini kemudian juga berkembang, mengikuti proses asimilasi budaya orang-orangnya. Dan inilah yang kemudian membuat batik nusantara menjadi begitu kaya dan beragam.

Dari timur ke barat, dari utara ke selatan, hampir semua daerah di pulau Jawa memiliki batiknya sendiri-sendiri.  Bicara batik Jogja dan batik Solo, maka kita akan bicara sedikit tentang sejarah kerajaan Mataram Islam. Sebuah buntut dari kedigdayaan kerajaan Nusantara yang begitu berjaya pada masanya.

Melalui proses yang sangat pelik dan melibatkan ratusan kali pemberontakan akhirnya kerajaaan Mataram Islam dipecah menjadi dua melalui perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755.

Perjanjian yang sedikit banyak melibatkan campur tangan VOC ini, membagi wilayah Mataram Islam menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Dimana Pakubuwono III menjadi rajanya dan Pangeran Mangkubumi menjadi Raja di wilayah yang baru dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I. Intinya, pemisahan wilayah ini, kemudian membuat berbagai macam perubahan dalam budaya di kedua wilayah tersebut.

Kasunanan Surakarta, yang merupakan awal dari kerajaan Mataram Islam mempertahankan semua jenis kebudayaan yang mereka miliki. Mulai dari ritual, tarian sampai ke batik. Sedangkan Kesultanan Ngayogyakarto Hadiningrat cenderung membuat berbagai macam tradisi baru, namun tetap berakar pada tradisi kerajaan Mataram Islam. Termasuk juga kain batiknya.

Apabila sedikit disimpulkan, budaya pada Kasunanan Surakarta lebih konvensional dibandingkan Kesultanan Ngayogyakarto Hadiningrat yang cenderung progresif. Ini terlihat misalnya pada tarian di Yogyakarta yang lebih dinamis, dibandingkan posisi berdiri yang lebih tegak dibandingkan Surakarta.

Untuk batik, Sultan Hamengkubuwono I dari Yogya, memilih latar putih sebagai warna dasar kain batiknya. Sedangkan Susuhunan Pakubuwono III dari Kasunanan Surakarta/Solo tetap memilih latar sogan dan cenderung gelap untuk kain batiknya.

Warna putih adalah warna dominan yang dapat kita lihat pada kain batik Yogyakarta. Warna sogan cokelat kuning keemasan adalah warna dominan batik Solo.

Apabila batik Yogyakarta tampil dalam warna gelap, maka warna gelap kebiruanlah yang akan dominan terlihat pada kain batiknya. Sedangkan Batik Solo akan tampil dalam warna hitam kecokelatan ketika tampil dalam warna gelap. Ini muncul sebagai akibat dari proses pencelupan warna biru berkali-kali yang didapatkan dari tanaman indigo.

Sedangkan warna hitam kecokelatan yang terdapat pada batik Solo merupakan hasil pencelupan berkali-kali warna cokelat sogan. Ini adalah hal paling mendasar yang membedakan batik Yogyakarta dan batik Solo. Warna sogan atau kuning cokelat keemasan tetap menjadi warna khas kedua batik ini.

Beberapa perbedaan juga terlihat bagaimana perajin batik Yogyakarta dan pengarjin batik Solo dalam memprodo — hiasan emas pada motif — batik mereka.

Membubuhkan prodo gaya Solo berbeda dengan gaya Yogya. Pada gaya Solo, yang dibubuhi prodo hanyalah garis luar (outline) corak dan sebagian isen-isennya. Sedangkan gaya Yogya, hampir seluruh corak dan isennya dilapisi prodo. Kesan yang ditampilkan pada prodo gaya Solo adalah lebih tenang dan anggun, sedangkan pada gaya Yogya lebih gagah dan menonjol.

Keduanya sama-sama indah. Batik nusantara merupakan karya seni yang mewakili jiwa. Begitu juga dengan pemakainya. Mana yang lebih Anda suka? Tentu semua itu tergantung selera.
Read more ...

Wednesday, November 19, 2014

Beberapa Tips Memakai Baju Overall Agar Lebih Gaya

Ingin coba tampil gaya dan terlihat berbeda dari biasanya? Pilihan memakai overall bisa jadi alternatif yang tepat untuk Anda. Hanya saja tak semua wanita bisa percaya diri memakai overall. Ada yang menganggap baju overall malah memberikan kesan tampilan kekanak-kanakan. Ada juga yang berpendapat baju overall itu sudah ketinggalan zaman. Nah, supaya bisa lebih tampil gaya dan trendi dengan baju overall, Anda bisa coba mengikuti tips-tips yang dilansir dari fashion.allwomenstalk.com berikut ini.

1. Pilih Ukuran yang Pas
Jika tak ingin terlihat tenggelam dalam baju overall yang Anda kenakan, pilihlah baju overall dengan potongan slim cut (untuk lebih jelasnya bisa langsung lihat galeri foto yang ada di bawah ini). Jika memilih baju overall pendek, pastikan Anda bisa mengenakannya dengan nyaman dan pas.

2. Tampil dengan Layer
Untuk terlihat lebih trendi dan tidak kuno, Anda bisa kenakan blazer atau jaket untuk atasan Anda selain mengenakan kaos untuk dalaman. Atau Anda bisa juga kenakan blus sebagai atasan untuk baju overall yang Anda gunakan.

3. Tambahkan Aksesoris
Hilangkan tampilan atau kesan kekanak-kanakan dari baju overall yang Anda kenakan dengan menambahkan aksesoris dalam tampilan Anda. Pilihlah aksesoris-aksesoris orang dewasa seperti jaket kulit, sepatu wedges, atau anting yang dapat memberikan kesan dewasa.

4. Pilih Baju Overall Berbahan Kulit
Jika baju overall berbahan denim memberikan kesan terlalu kekanak-kanakan, baju overall berbahan kulit bisa menjadi pilihan tepat. Atau baju overall dengan bahan kain yang lebih lembut juga bisa membuat Anda yang mengenakannya terlihat lebih dewasa.

5. Pilih Warna Terang
Agar tampilan tak membosankan, pilih baju overall dengan warna terang. Apabila baju overall berwarna denim atau gelap terlihat tak menarik, Anda bisa coba pilih baju overall dengan warna merah atau ungu tua.

6. Kenakan Sepatu Berhak Tinggi (High Heels)
Demi memberikan kesan yang lebih dewasa, ganti sandal atau sneaker dengan sepatu berhak tinggi (high heels) saat memakai baju overall. Sepatu seperti stiletto atau wedges bisa membuat tampilan Anda lebih trendi dan juga memberikan kesan feminin.

7. Pilih Baju Overall dengan Model Dress
Baju overall tak melulu memiliki model dengan celana panjang atau celana pendek. Ada juga baju overall dengan model dress. Dan overall dengan model dress ini bisa membuat si pemakainya terlihat lebih dewasa dan anggun.
Read more ...
Designed By Blogger Templates